Tampilkan postingan dengan label BACAAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BACAAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2011

SELAMAT ATAS TERYUDISIUMNYA MAHASISWA 
DIPLOMA KESEHATAN 
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN& DIII FARMASI
Sesuai dengan hasil Perifikasi Badan Penjaminan Mutu No.108/BPM-UMM/X/2011,Tanggal 20 Oktober 2011 Tentang Penyampaian Hasil Verifikasi Hasil Akadermik & Mahasiswa Yang Telah menyelasaikan Studinya berdasarkan ketentuan Tata Tertib Yang Berlaku Di Diploma Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Perlu Diadakan Yudisium bagi Mahasiswa Yang Bersangkutan.
Memutuskan 
Semua Mahasiswa yang Namanya tercantum dibawah Ini berhak Menyandang gelar Sesuai dengan derajat Ahli Madya ; Ahli Madya Kebidanan ( A.Md.Keb ) & Ahli Madya Farmasi ( A.Md.Farm).Sbb;
  1.  PROGRAM STUDI KEBIDANAN 
No
Nim
Nama
Nilai tertimbang
Sks yang dicapai
IPK
Predikat kelulusan
1
712403S.07.078
Wiwik Trisna Hardiyanti
351.89
120
2.93
Sangat memuaskan
2
712403S.08.045
Ana Risnayanti
348.18
120
2.90
Sangat memuaskan
3
712403S.07.027
Nurlaila
341.2
120
2.84
Sangat memuaskan
4
712403S07.028
Nursartika
341.2
120
2.84
Sangat memuaskan
1.        PROGRAM STUDI DIII FARMASI
1
713092S.08.041
Yuyun Wulandari
431.2
119
3.62
Sangat memuaskan
2
713092S.08.030
Neneng Mulyati
417.21
119
3.51
Sangat memuaskan
3
713092S.08.037
Sri Idawati
405.58
119
3.41
Sangat memuaskan
4
713092S.08.024
Lisa Romaniar
401.37
119
3.37
Sangat memuaskan
5
713092S.08.027
M.Supriadin
394.
119
3.34
Sangat memuaskan
6
713092S.08.031
Ni ketut Kendali Putri
390.73
119
3.28
Sangat memuaskan
7
713092S.08.032
Ni Luh Sri Suwendri
386.48
119
3.25
Sangat memuaskan
8
713092S.08.017
Halwatiah
383.47
119
3.22
Sangat memuaskan
9
713092S.08.038
Sri Wahyuningsih
382.50
119
3.21
Sangat memuaskan
10
713092S.08.013
Devi Irmawati
378.15
119
3.18
Sangat memuaskan
11
713092S.08.033
Ni Nengah Candrawasih
371.05
119
3.12
Sangat memuaskan
12
713092S.08.019
Juraidin
370.09
119
3.11
Sangat memuaskan
13
713092S.08.021
Laeli Agustiarini
369.48
119
3.10
Sangat memuaskan
14
713092S.08.014
Dimas Rian Pambudi
369.21
119
3.10
Sangat memuaskan
15
713092S.08.034
Paedul Hakim
364.10
119
3.06
Sangat memuaskan
16
713092S.08.029
Nahrul Hayat
364.08
119
3.06
Sangat memuaskan
17
713092S.08.023
Lily Fa’idah
362.38
119
3.05
Sangat memuaskan
18
713092S.08.018
Ishaka
355.3
119
2.99
Sangat memuaskan
19
713092S.08.025
M/Amin Rahmansyah
341.79
119
2.87
Sangat memuaskan
20
713092S.08.039
Tulus darmawan
339.39
119
2.85
Sangat memuaskan
21
713092S.08.036
Septiyan Widya Murti
336.62
119
2.83
Sangat memuaskan
22
713092S.08.022
Lalu Aris Ashar
327.45
119
2.76
Sangat memuaskan






























































































































































































Senin, 17 Oktober 2011

Puji Syukur Kehadirat Allah SWT Atas segala Limpahan Rahmat, Karunianya,Taufik serta Hidayahnya yang telah memeberikan kesempatan kepada admin http://www.dipkesummataram.co.cc/ untuk memberikan informasi -informasi yg ada di dalam web , http://www.dipkesummataram.co.cc/ yg sangat sederhana ini.
 sekaligus untuk pemberiatahuan seluruh civitas akademika Diploma Kesehatan segala informasi yg dibutuhkan sudah ada admin http://www.dipkesummataram.co.cc/  siapkan .sepert :
  • KHS ONLAIN
  • BUKU ONLAIN
  • DOWNLOAD MATAKULIAH DOSEN
  • PERPUSTAKAAN ONLAIN.

sekaligus untuk pemberitahuan serta ucapan selamat kepada:
  1.   HAJI YANG MAB SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH HAJI SEMOGA MENDAPAT HAJI YANG MABRUR .Bapak Direktur
  2. SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU DIPLOMA KESEHATAN PRODI KEBIDANAN & PRODI FARMASI
  3. SELAMAT DATANG BAPAK TIM PHK-I  UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
untuk pemberitahuan Penjabat sementara untuk diploma diwakili oleh PUDIR I yaitu :Ibu Ir. Asmawati ,MP
semoga informasi ini bermanfaat terimakasi .
by admin http://www.dipkesummataram.co.cc/

Sabtu, 17 September 2011

Jakarta, Keguguran adalah salah satu hal yang tidak ingin dialami oleh semua ibu hamil. Tapi kadang keguguran yang terjadi tidak bisa dihindari. Apa saja tanda-tanda dari keguguran?

Tidak selalu keguguran yang terjadi mudah diketahui, karena seringkali tidak terjadi sebagai peristiwa tunggal tapi berlangsung beberapa hari. Selain itu gejala fisik dari keguguran bisa sangat berbeda antara satu perempuan dengan yang lain.

Untuk itu kenali tanda-tanda terjadinya keguguran, seperti dikutip dari miscarriage.about.com, Kamis (15/9/2011) yaitu:

1. Perdarahan vagina
Perdarahan atau bercak darah menjadi tanda pertama terjadinya keguguran bagi banyak perempuan, meski tidak semua perdarahan merupakan tanda keguguran. Perdarahan bisa disebabkan oleh iritasi serviks atau proses implantasi, tapi masih bisa melanjutkan kehamilan.

Namun jika perdarahan yang terjadi disertai dengan rasa nyeri atau kram yang hebat, maka bisa jadi itu gejala keguguran. Sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

2. Rasa nyeri yang berat
Seseorang mungkin mengalami kram di panggul, sakit pada perut atau rasa sakit yang persisten pada punggung bagian bawah. Nyeri ini bisa timbul beberapa jam sampai hari setelah terjadinya perdarahan. Rasa nyeri yang disertai dengan perdarahan bisa menjadi ciri-ciri keguguran.

3. Keluarnya jaringan berwarna abu-abu atau bekuan darah dari vagina bisa menjadi tanda-tanda keguguran.

4. Tidak lagi merasakan gerakan bayi, umumnya pada akhir trimester kedua atau ketiga
Pada pertengahan kehamilan, ibu mulai merasakan adanya gerakan bayi di dalam perut. Tapi jika ibu tidak lagi bisa merasakan gerakan-gerakan yang dilakukan oleh si bayi, maka segera konsultasikan dengan dokter.

Jika mengalami gejala-gejala dari keguguran tersebut, segeralah hubungi dokter untuk melakukan pengujian diagnostik sehingga bisa diketahui apakah kehamilan dapat diteruskan atau tidak. Dan jika kehamilan tidak bisa diselamatkan, maka jangan terus menerus menyalahkan diri sendiri karena banyak faktor yang bisa menyebabkan keguguran.

(ver/ir) 


Senin, 02 Mei 2011


KELUARGA BESAR DIPLOMA KESEHATAN MENGUCAPKAN 
SELAMAT  & SUKSES 
WISUDAWAN/WISUDAWATI   ANGKATAN PERTAMA
DIPLOMA KESEHATAN UM.MATARAM


Sabtu, 12 Maret 2011

SESUAI DENGAN SURAT BN-PT PUSAT NOMOR 030/BAN-PT/Ak-X/DIPL-III/2011 TANGGAL 21 JANUARI 2011, MENYATAKA TENTANG STATUS,NILAI,PANGKAT DAN MASA BERLAKU HASIL AKREITASI
SUBER DATA BAN-PT PUSAT

Kamis, 09 Desember 2010

SELAMAT ATAS TERYUDISIUMNYA ANGKATAN PERTAMA
         Sesuai dengan SK Direktur dengan Nomor : 10/II.3.AU/DIPKES/KEP/XII/2010, Tentang YUDISIUM MAHASISWA ANGKATAN PERTAMA DIPLOMA KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM . Setelah keluar nya SK Rektor UM.Mataram No.685/II.3.AU/A/XI/2010 Tentang Penyampaian Hasil yang dinyatakan LOLOS Verefikasi Akademik dan Keuangan , serta Pendapat usulan dan saran yang berkembang dalam rapat Yudisium Diploma KesehatanUM.Mataram Tahun Akademik 2010/2011 Pada Hari rabu,Tanggal 01 Desember 2010. MEMUTUSKAN  MAHASISWA YANG TERCANTUM NAMANYA PADA LAMPIRAN SK TELAH MENCAPAI DERAJAT  ( AHLI MADYA )  DAN BERHAK MENYANDANG GELAR ( A.Md.Keb ) & (A.Md.Farm ) untuk  Kebidanan dan Farmasi
          Yudisium Perdanan Ini JUga dihadiri oleh : Kepala Dinas Kesehatan Propinsi dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, serta Instansi -Instansi Terkait yang berkerja sam dengan Diploma Kesehatan Dalam Memajukan SDM ( Sumberdaya Manusia di NTB ),  seperti . Kepala Puskesmas Sekota MAtaram & LOmbok Barat , Bidan- Bidan Pembimbing serta Jajaran Dosen, Civitas Akademika UM.Mataram. dan sesuia dengan hasil NILAI TERTIMBAG Beberapa mahasiswa yang mempunyai Nilai / Perrdikat Kelulusan Terbaik seperti : PUTU ASWINDA PRASISTA GARINI ( 3,52) Peredikat Kelulusan ( CUMLAUDE), MEILINA ULFATIN ( 3,47 ) PRedikat Kelulusan ( Sangat Memuaskan). dan   dari 30 mahasiswa yang diyudisium  hanya satu yang mempunya Peredikat Kelulusan Memuaskan (2,83 ).  FOTO PENYERAHA SERTIFIKAT KEPADA MAHASISWA OLEH KEPALA DINAS KESEHATAN NTB.
          Sesuiai dengan sambutan Direktur Diploma Kesehatan UM.Mataram Mengatakan dari  44 Mahasiswa D3 Kebidanan Angkatan Pertama Yang bisa Di Yudi Sium adalah sebanyak 24 Orang. sisanya itu terbentur karena beberapa maslah keluarga dan keuangan ( ekonomi ) jadi jumlah yang bertahan di D3 Kebidanan itu sebanyak 35 orang nah yang sebelas orang ini akan menunggu giliran tahun depan karena belumbisa mengejar Nilai Kelulusan yang Sudah dipatok. begitu juga dengan D3 Farmasi dari 10 mahasiswa hanya 6 orang yang bisa yudisium. sisa nya terbentur karena hampir mirip dengan diatas.
        sesuai dengan sambuta Kepala dinas Kesehatan NTB. '' mengatak apa yang terjadi seperti yang dituturkan Direktur Diploma Kesehatan UM.Mataram. Ini Menandakan bahwa berapa tertib nya ADMITRASINYA DI DIPLOMA KESEHATAN UM.MATARAM UNTUK MEYELEKSI CALON -CALON AHLI MADYA '' hal seperti ini perlu kita terapkan di setiap instansi-instansi yang lain.
        sesuia dengan sambutan Ketua PImpinan Wilayah Muhammadiyah NTB. '' mengucapkan SELAMAT PADA PARA YUDISIUM  yang telah bekerja keras mengejar prestasinya dalam mengejar Derajad Ahli Madyanya. Sampia Hari ini.Free Memory

Senin, 25 Oktober 2010

Pemakaian obat yang tidak rasional merupakan masalah serius dalam pelayanan kesehatan oleh karena

kemungkinan dampak negatif yang terjadi. Di banyak negara, pada berbagai tingkat pelayanan kesehatan,
berbagai studi dan temuan telah menunjukkan bahwa pemakaian obat jauh dari keadaan optimal dan rasional.
Yang jelas masih banyak hal yang dapat ditingkatkan dalam pemakaian obat umumnya dan khususnya dalam peresepan obat (prescribing).
Secara singkat, pemakaian obat (lebih sempit lagi adalah peresepan obat atau prescribing), dikatakan tidak

rasional apabila kemungkinan untuk memberikan manfaat kecil atau tidak ada sama sekali, sedangkan
kemungkinan manfaatnya tidak sebanding dengan kemungkinan efek samping atau biayanya (Vance &
Millington, 1986). Di sini terkandung aspek manfaat, risiko efek samping dan biaya. Tidak dapat disangkal lagi bahwa dalam membuat pertimbangan mengenai manfaat, risiko dan biaya ini masing-masing dokter dapat berbeda sama sekali. Tetapi perbedaan tersebut dapat dikurangi atau diperkecil kalau komponen-komponen dasar dalam proses keputusan terapi atau elemen-elemen pokok pemakaian obat secara rasional tetap selalu dipertimbangkan.

DAMPAK NEGATIF PEMAKAIAN OBAT YANG TIDAK RASIONAL

Dampak negatif pemakaian obat yang tidak rasional sangat luas dan kompleks seperti halnya faktor-faktor
pendorong atau penyebab terjadinya. Tetapi secara ringkas dampak tersebut dapat digambarkan seperti berikut :
  1. Dampak terhadap mutu pengobatan dan pelayanan
    Beberapa kebiasaan peresepan yang tidak rasional akan mempengaruhi mutu pengobatan dan pelayanan secara langsung atau tidak langsung. Secara luas juga dampak negatifnya terhadap upaya penurunan mortalitas dan morbiditas penyakit-penyakit tertentu. Misalnya, kebiasaan untuk selalu memberi antibiotik dan anti-diare terhadap kasus-kasus diare akut, tanpa disertai pemberian campuran rehidrasi oral (Oralit) yang memadai, akan berdampak negatif terhadap upaya penurunan mortalitas diare. Juga pemakaian tetrasiklin pada kasus-kasus faringitis streptokokus (yang disebabkan oleh kuman Streptokokus beta-hemolitikus) akan berdampak negatif terhadap upaya pencegahan demam rematik oleh karena tetrasiklin bukan obat pilihan untuk faringitis streptokokus.
  2. Dampak terhadap biaya pelayanan pengobatan

    Pemakaian obat-obatan tanpa indikasi yang jelas, untuk kondisi-kondisi yang sebetulnya tidak memerlukan terapi obat merupakan pemborosan, baik dari sisi pasien maupun sistem pelayanan. Dokter mungkin kurang memperhatikan dampak ekonomi ini, tetapi bagi pasien yang harus membayar atau bagi sistem pelayanan yang harus menanggung ongkos pengobatan, hal ini akan sangat terasa. Kebiasaan peresepan yang terlalu tergantung pada obat-obat paten yang mahal, jika ada alternatif obat generik dengan mutu dan keamanan yang sama, jelas merupakan beban dalam pembiayaan dan merupakan salah satu bentuk ketidak rasionalan.
  3. Dampak terhadap kemungkinan efek samping obat

    Kemungkinan risiko efek samping obat dapat diperbesar oleh pemakaian obat yang tidak tepat. Ini dapat dilihat secara individual pada masing-masing pasien atau secara epidemiologik dalam populasi. Pemakaian obat yang berlebihan baik dalam jenis (multiple prescribing) maupun dosis (over prescribing) jelas akan meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Pemakaian antibiotika secara berlebihan juga dikaitkan dengan meningkatnya resistensi kuman terhadap antibiotik yang bersangkutan dalam populasi (Levy, 1982). Ini mungkin merupakan contoh dampak efek samping yang kurang nyata pada seorang penderita tetapi jelas merupakan konsekuensi serius secara epidemiologik.
  4. Dampak psikososial


    Pemakaian obat secara berlebihan oleh dokter seringkali akan memberikan pengaruh psikologik pada masyarakat. Masyarakat menjadi terlalu tergantung pada terapi obat walaupun intervensi obat belum tentu merupakan pilihan utama untuk kondisi tertentu. Lebih parah lagi kalau kemudian karena terlalu percaya atau tergantung pada intervensi obat, bentuk-bentuk intervensi lain untuk kondisi tertentu tersebut lalu ditinggalkan. Sebagai contoh, karena terlalu percaya bahwa pemakaian obat seperti aspirin secara terus-menerus akan dapat mencegah penyakit jantung koroner, maka profilaksi-profilaksi yang lebih penting terhadap faktor risiko yang sudah jelas misalnya, tidak merokok lantas diabaikan. Atau dalam klinik, karena terlalu percaya pada pemberian profilaksi antibiotika maka tindakan-tindakan aseptik pada pembedahan lalu tidak diperhatikan secara ketat.
    Beberapa dampak negatif yang diutarakan tersebut mungkin jarang terperhatikan sewaktu dokter menulis resepatau memutuskan pengobatan, tetapi baru akan jelas kalau dikaji secara khusus dan luas. Mungkin masih banyak dampak-dampak negatif lain yang belum tercakup, tetapi yang penting adalah bahwa kemungkinan-kemungkinan terjadinya dampak negatif tersebut bukanlah semata-mata sesuatu yang teoritis saja.
CIRI PEMAKAIAN OBAT YANG TIDAK RASIONAL :
Seperti diutarakan di muka, secara ringkas dikatakan pemakaian obat tidak rasional kalau manfaat yang didapat tidak sebanding dengan kemungkinan risiko yang disandang pasien atau biaya yang harus dikeluarkan. Tetapi secara lebih luas pemakaian obat yang tidak rasional akan memberikan ciri-ciri umum seperti yang diuraikan berikut:
  1. Pemakaian obat dimana sebenarnya indikasi pemakaiannya secara medik tidak ada atau samar-samar.
  2. Pemilihan obat yang keliru untuk indikasi penyakit tertentu.
  3. Cara pemberian obat, dosis, frekuensi dan lama pemberian yang tidak sesuai.
  4. Pemakaian jenis obat dengan potensi toksisitas atau efek samping lebih besar padahal obat lain yang sama kemanfaatannya (efficacy) dengan potensi efek samping lebih kecil juga ada.
  5. Pemakaian obat-obat mahal padahal alternatif yang lebih murah dengan kemanfaatan dan keamanan yang sama tersedia.
  6. Tidak memberikan pengobatan yang sudah diketahui dan diterima kemanfaatannya dan keamanannya (established efficacy and safety).
  7. Memberikan pengobatan dengan obat-obat yang kemanfaatan dan keamanannya masih diragukan.
    Pemakaian obat yang semata-mata didasarkan pada pengalaman individual tanpa mengacu kepada
    sumber-sumber informasi ilmiah yang layak, atau hanya didasarkan pada sumber-sumber informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
  8. Pemakaian obat yang didasarkan pada instink dan intuisi tanpa melihat fakta dan kebenaran ilmiah yang lajim. Ini misalnya terlihat pada dokter-dokter yang meng-klaim mempunyai cara-cara inkonvensional dalam pengobatan.
  9. Masih banyak lagi ciri pemakaian obat yang tidak rasional yang tidak kesemuanya dapat diuraikan di sini. Ini sedikit banyak akan tergantung pada definisi dan kriteria serta siapa yang menilai ketidakrasionalan tersebut.
  10. Masing-masing ciri yang digambarkan di atas tidak berdiri satu-satu secara sendiri-sendiri, tetapi akan saling terkait satu sama lain. Sebagai contoh, di Indonesia sebagian besar (+ 70%) dari pasien-pasien yang datang ke Puskesmas mendapatkan suntikan (Ministry of Health, 1988) walau tidak jelas indikasi medik pemberian suntikan tersebut. Bila disimak lebih lanjut tingginya pemakaian suntikan tersebut, bukan hanya indikasinya saja yang secara medik tidak jelas, tetapi juga memenuhi ciri-ciri ketidakrasionalan yang lain seperti diuraikan diatas.
 cpy: UGM KEdokteran farmakologi

Popular Posts

Recent Posts

MASUKAN KODE BUKU TAMU/WIDGET DISINI

Unordered List

Categories

Text Widget

logo

logo

logo

logo

SERTIFIKAT BAN-PT UNTUK FARMASI DAN KEBIDANAN